Warta Pergerakan - PC PMII Pekalongan

Warta Pergerakan

Kabar terkini dan opini kader PMII Pekalongan

Menampilkan hasil: "Keorganisasian" Reset
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Berita
Pelantikan PC PMII Pekalongan Jadi Titik Awal Gerakan Berkelanjutan
Pekalongan — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan masa khidmat 2026–2027 resmi dilantik pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Aula Setda Kabupaten Pekalongan. Pelantikan ini mengusung tema “Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya Berkelanjutan.”Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S, berharap kepengurusan baru PMII mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa.“Saya berharap PMII di bawah kepengurusan yang baru bisa berakselerasi, melakukan percepatan-percepatan, serta menjaga keberlangsungan program agar tidak terputus dan tetap memberi manfaat secara berkesinambungan, adaptif dengan perkembangan zaman,” ujarnya.Menurutnya, pemerintah daerah sangat membutuhkan gagasan-gagasan segar dari kader PMII yang dinilai masih memiliki idealisme tinggi serta nilai perjuangan yang kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PMII.“Selama ini PMII mampu memberikan sinergi dan sumbangsih pemikiran yang baik. Saya berkomitmen akan terus bersinergi. Tidak mungkin saya meninggalkan PMII apalagi mengabaikannya,” tegasnya.Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, menekankan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk berkhidmat, bukan untuk berkuasa.“Jabatan itu bukan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang paling bisa berkhidmat untuk organisasi,” ungkapnya.Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan organisasi di tingkat cabang, penguatan nilai dasar ideologi PMII, serta menjaga integritas dan akhlak dalam menjalankan peran organisasi. Selain itu, ia mendorong agar PMII terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, M. Sofiyullah Cokro, dalam arahannya menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis bagi pengurus baru untuk menjalankan peran organisasi secara maksimal. Ia menegaskan bahwa kader PMII harus berani bersikap, baik sebagai mitra strategis maupun mitra kritis pemerintah.“Jangan takut untuk melakukan apa pun. Saya titipkan kepada para ketua cabang bahwa peran seluruh pengurus di PC PMII Pekalongan ada di tangan Anda. Cita-cita sahabat-sahabat juga ada pada Anda. Kita tidak boleh kalah dalam bercita-cita, terutama dalam konteks gerakan produktif sebagai pengurus cabang, bukan cita-cita pribadi. Untuk satu periode ke depan, kesampingkan dulu kepentingan pribadi. Fokuskan cita-cita pada tujuan organisasi PC PMII Pekalongan, yakni mewujudkan transformasi,” pesannya.Senada dengan itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, menekankan pentingnya peran ganda PMII sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis. Ia mendorong seluruh kader PMII di daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).“PMII harus mampu mengiringi perkembangan zaman, menjadi organisasi yang adaptif, serta mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah di masing-masing daerah,” katanya.Di sisi lain, Ketua PC PMII Pekalongan yang baru dilantik, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PMII memiliki landasan nilai yang kuat melalui konsep trilogi, yakni dzikir, fikir, dan amal saleh. Ia menyebut nilai tersebut menjadi ruh gerakan PMII dalam mencetak kader yang berintegritas, intelektual, dan profesional.“Rumusan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi menjadi nilai filosofis PMII dalam mewujudkan kader sebagai insan ulul albab,” jelasnya.Khozin juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial di tengah era pasca-kebenaran, serta menegaskan bahwa kader PMII harus mampu menjadi agen perbaikan di masyarakat.“Momentum pelantikan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi peneguhan nilai dalam memperjuangkan khittah pergerakan,” pungkasnya.Kegiatan pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Abdul Munir, unsur Forkopimda seperti Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.
02 May 2026 44
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Berita
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Pekalongan — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIKAT APPs (Sistem Informasi Kaderisasi dan Administrasi Terpadu) pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PC PMII Pekalongan dan diikuti oleh delegasi dari seluruh Pengurus Komisariat di bawah naungan PC PMII Pekalongan.Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi dan kaderisasi berbasis digital melalui platform SIKAT APPs. Dengan sistem ini, diharapkan proses pendataan, monitoring, serta evaluasi kaderisasi dapat berjalan lebih efektif, terstruktur, dan transparan.Sahabat Nurul Iman selaku Sekretaris PC PMII Pekalongan bertindak sebagai tutor dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam organisasi untuk menjawab tantangan zaman serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional.“SIKAT APPs bukan sekadar alat, tapi bagian dari ikhtiar kita untuk menata kaderisasi yang lebih rapi, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.Turut mendampingi sebagai pendamping tutor, Sahabat Mahfud Samsul Arifin selaku Koordinator Biro Media, Riset, dan Publikasi PC PMII Pekalongan. Ia membantu peserta dalam praktik teknis penggunaan aplikasi serta memberikan pemahaman terkait integrasi data kaderisasi dengan kebutuhan publikasi organisasi.Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, tanya jawab, serta diskusi terkait kendala yang dihadapi komisariat dalam pengelolaan administrasi.Melalui Bimtek ini, PC PMII Pekalongan berharap seluruh komisariat mampu mengimplementasikan SIKAT APPs secara optimal demi terwujudnya sistem kaderisasi yang modern dan terintegrasi.
02 May 2026 48
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Berita
Rakercab PMII Pekalongan 2026: Reorientasi Gerakan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan
Pekalongan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pekalongan menggelar Rapat Kerja Pengurus Cabang (Rakercab) tahun 2026 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kolektif. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Februari 2026 di Gedung PCNU Kota Pekalongan ini menjadi momentum awal dalam merumuskan arah strategis organisasi ke depan.Mengusung tema “Reorientasi PC PMII Pekalongan Menuju Organisasi Digdaya dan Berkelanjutan”, forum ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda administratif semata, melainkan sebagai ruang ideologis yang meniscayakan dialektika gagasan. Para peserta yang terdiri dari jajaran calon kepengurusan cabang terlibat aktif dalam proses konsolidasi awal guna mempertegas orientasi gerakan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan secara sosial.Dalam dinamika pembahasan, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) kembali ditegaskan sebagai landasan utama dalam setiap langkah organisasi. NDP dipahami sebagai pijakan etik, moral, dan intelektual yang harus terimplementasi dalam praksis gerakan, bukan sekadar menjadi dokumen normatif. Kesadaran ini menjadi penting untuk memastikan bahwa arah gerak PMII tetap berpijak pada nilai sekaligus responsif terhadap realitas.Forum juga menyoroti pentingnya keluar dari jebakan rutinitas administratif yang kerap membatasi ruang gerak organisasi. PMII Pekalongan diharapkan tidak hanya berkutat pada kerja-kerja struktural, tetapi mampu membangun kolektivitas gerakan yang konkret, berdampak, dan berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi dapat lebih adaptif dalam merespons berbagai persoalan sosial, baik di tingkat lokal maupun global.Salah satu fokus utama yang disepakati dalam Rakercab ini adalah isu lingkungan hidup. Gagasan PMII Eco Movement dirumuskan sebagai arah strategis gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran ekologis, sebagai wujud nyata dari konsep hablum minal alam. Krisis ekologis yang semakin nyata dinilai menuntut keterlibatan aktif PMII dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.Ketua PC PMII Pekalongan, Sahabat Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa program kerja yang dirumuskan harus memiliki orientasi jangka panjang dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial. “Organisasi ini harus dibangun tidak hanya digdaya dalam struktur, tetapi juga berkelanjutan dalam gerakan—mengakar pada nilai, berpijak pada realitas, dan bergerak untuk perubahan,” tegasnya.Melalui Rakercab ini, PC PMII Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang progresif, ideologis, dan transformatif. Dengan semangat kolektif yang terbangun, PMII Pekalongan optimis mampu menjadi organisasi yang tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
26 Apr 2026 53