Warta Pergerakan - PC PMII Pekalongan

Warta Pergerakan

Kabar terkini dan opini kader PMII Pekalongan

Menampilkan hasil: "Kaderisasi" Reset
PC PMII Batang Resmi Berdiri melalui Konfercab I
Berita
PC PMII Batang Resmi Berdiri melalui Konfercab I
Batang-Konferensi Cabang (Konfercab) I Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi momentum resmi berdirinya PC PMII Batang. Konfercab yang mengusung tema “Menata Fondasi, Menguatkan Kader, Menggerakkan Transformasi” tersebut digelar di Pondok Makan Mbak Gita 2, Batang, Sabtu (26/9/2026).Sebelumnya, komisariat PMII di Batang berada di bawah naungan PC PMII Pekalongan. Pembentukan PC PMII Batang diawali dengan deklarasi pada 20 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama, pengembangan kader, serta gerakan mahasiswa di Kabupaten Batang.Ketua PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, mengatakan proses pembentukan PC PMII Batang menjadi bagian dari upaya memastikan keberlangsungan organisasi ke depan.“Pendirian PC PMII Batang ini bukan hal yang reaksioner, namun melalui tahap yang panjang. Memang dari awal, kesiapan sahabat-sahabat yang kami utamakan dalam hal keberlangsungan organisasi ke depan,” ujarnya.Dalam proses tersebut, PC PMII Pekalongan turut melibatkan kader, senior, dan alumni.“Kami mendorong sahabat-sahabat serta senior alumni dalam hal pendirian PC PMII Batang. Karena tentu hal ini tak akan terjadi jika tidak ada bantuan dari berbagai pihak,” katanya.Khozin berharap kepengurusan baru dapat mengawal kaderisasi sekaligus pembangunan daerah. Ia juga mendorong penguatan kapasitas kader melalui kegiatan sederhana.“Mulai dari membenahi dan memaksimalkan kaderisasi, dari hal sederhana seperti diskusi-diskusi dalam peningkatan kapasitas ideologi dan gerakan,” ujarnya.Ketua PKC PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, melihat keberadaan PC PMII Batang berkaitan dengan kesiapan generasi muda di daerah.“Hadirnya PC PMII Batang merupakan langkah untuk menjawab kesiapan generasi muda, terkhusus kader-kader PMII, dalam menghadapi dan mengambil berbagai tantangan serta peluang yang ada di Batang,” ujarnya.Farichin juga menyoroti kondisi kader yang memiliki kesibukan sebagai pekerja.“Dalam hal kaderisasi tentu perlu banyak reformulasi baru yang harus digarap. Terutama sebagai tantangan bahwa banyak dari kader-kader yang juga sebagai pekerja,” katanya.Sementara itu, Ketua Terpilih PC PMII Batang periode 2026–2027, Ata Alfanul Khasan, menyampaikan visi untuk mewujudkan kader PMII Batang yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, serta daerah.“Target utama kami pada periode 2026–2027 adalah penguatan kaderisasi dan perluasan struktur organisasi, salah satunya melalui pendirian dan penguatan komisariat di berbagai kampus di Kabupaten Batang,” ujarnya.Ata juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader agar memiliki wawasan dan kemampuan komunikasi yang lebih luas.“Kami ingin kader PMII Batang memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan yang lebih luas sehingga mampu berdaya saing, tidak hanya di lingkungan organisasi tetapi juga di dunia profesional,” katanya.Pembentukan PC PMII Batang diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan organisasi serta menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan kapasitas dan gerakan di daerah.
28 Sep 2026 31
Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dorong Budaya Diskusi sejak MAPABA
Berita
Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dorong Budaya Diskusi sejak MAPABA
Pekalongan — Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 18–20 September 2026 di SMK Islam Salakbrojo. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Pondasi, Membangun Budaya Diskusi”.Sebanyak 42 anggota baru mengikuti pembaiatan sebagai bagian dari rangkaian MAPABA. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi anggota baru untuk mengenal PMII sekaligus memulai proses kaderisasi di lingkungan Rayon Tarbiyah.Ketua Rayon Tarbiyah, Muhammad Ilham Assyifa, mengatakan MAPABA tidak hanya menjadi proses penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi awal untuk membangun kesadaran dan rasa memiliki terhadap PMII.“Mereka diharapkan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam PMII, memiliki keberanian untuk berdiskusi, mulai terbiasa belajar bersama, serta mau terlibat dalam kehidupan rayon dan mau bertumbuh bersama PMII,” ujarnya.Menurut Ilham, budaya diskusi tidak dapat terbentuk secara tiba-tiba. Kebiasaan tersebut perlu dibangun melalui lingkungan rayon yang mendorong anggota untuk bertanya, menyampaikan pendapat, membaca, berbeda pandangan, dan mencari solusi bersama.Pemilihan tema “Membangun Pondasi, Membangun Budaya Diskusi” juga berangkat dari kebutuhan mahasiswa baru yang sedang berada dalam masa transisi. Ketua Pelaksana MAPABA, Abidatul Dhulkamala, mengatakan peserta membutuhkan pondasi awal dalam berpikir kritis dan reflektif.“Mahasiswa baru perlu memiliki pondasi awal dalam berpikir kritis dan reflektif agar tidak menerima informasi secara mentah,” ujar Mala.Ia mengatakan peserta juga diarahkan untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab dan terstruktur melalui argumentasi. Kebiasaan berdiskusi tersebut diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan organisasi setelah MAPABA selesai.Pembaiatan menjadi bagian dari rangkaian MAPABA. Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, mengatakan pembaiatan merupakan komitmen moral bagi anggota baru dalam memahami makna dan harapan dalam organisasi.“Nyamanlah dulu untuk ber-PMII. Baru temui kebenaran dan keyakinan yang akan kalian jemput,” katanya.Menurut Khozin, menjadi kader PMII juga merupakan tanggung jawab moral yang membutuhkan kematangan dalam bersikap. Karena itu, anggota baru perlu terlebih dahulu memahami PMII sebelum masuk lebih jauh dalam ruang-ruang ideologis organisasi.“Hal pertama yang perlu dilakukan oleh anggota baru adalah memahami apa itu PMII. Dari pemahaman tersebut, harapannya mereka bisa masuk dalam ruang-ruang ideologis PMII dan memberikan manfaat serta dampak,” ujarnya.Pasca-MAPABA, Rayon Tarbiyah menyiapkan sejumlah kegiatan pendampingan bagi anggota baru, seperti mentoring, Sekolah Jurnalistik, MAKRAB, serta diskusi rutin melalui Biro Kajian.Dengan rangkaian tersebut, proses kaderisasi diharapkan tidak berhenti pada pembaiatan, tetapi berlanjut melalui keterlibatan anggota baru dalam kehidupan dan kegiatan rayon.
22 Sep 2026 46
MAPABA PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Gusdur Pekalongan Resmi Kukuhkan Anggota Baru
Berita
MAPABA PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Gusdur Pekalongan Resmi Kukuhkan Anggota Baru
Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Minggu (11–13/9/2026), di SMK Islam Salakbrojo ini mengusung tema “Nancep ing Nilai, Tuwuh ing Kawruh lan Obah ing Ndalem Jaman”.Ketua Umum PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, yang memimpin langsung prosesi pembaiatan, memberikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya meresapi filosofi tema tersebut dalam berproses.Dalam amanatnya, Khozin menyoroti tantangan zaman di era post-truth. Menurutnya, berkolektif di organisasi seperti PMII merupakan salah satu jalan alternatif untuk menghadapi ketidakpastian zaman, sesuai dengan semangat obah ing ndalem jaman (bergerak menyesuaikan zaman)."Bagaimana kita mencari serpihan yang hilang dalam hidup kita, serta kembali menghidupkan harapan. Manusia diberikan akal oleh Sang Pencipta untuk membuka takdir dan menemukan banyak serpihan yang hilang itu," ujar Khozin.Ia menegaskan, melalui penanaman nilai (nancep ing nilai) dan pemupukan pengetahuan (tuwuh ing kawruh), anggota baru dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan organisasi ke depan."Maka eloknya mulai hari ini, mantapkan hati dan pikiran sahabat-sahabat untuk menikmati segala hal yang akan dialami di PMII. Dari sana akan lahir suatu hikmat dan pencerahan yang kita harapkan bersama menuju tujuan insan ulul albab," tegasnya.Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur, Arif Wibowo, mengingatkan bahwa MAPABA hanyalah pintu masuk awal dari proses panjang penempaan diri."Ini adalah gerbang awal, masih banyak rintangan yang harus dilalui ke depan. Tetap yakin dan berproseslah dengan baik," tutur Arif.Senada dengan hal tersebut, Ketua PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Islam, Bintang Arya Maulana, menyambut hangat para peserta yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PMII."Selamat menjadi keluarga besar. Jaga nama baik organisasi dan amalkan ilmunya. Berproseslah, maka kamu akan menikmati hasilnya," pesan Arya.
15 Sep 2026 74
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Berita
Rektor ITSNU Dorong Penguatan Intelektual Kader NU Melalui PKD PMII
Pekalongan — Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., mendorong penguatan intelektual kader Nahdlatul Ulama di lingkungan mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITSNU Pekalongan. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung A ITSNU Pekalongan.PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan tahun ini mengusung tema “Rekonstruksi Militansi Kader Mujahid: Menumbuhkan Komitmen dan Integritas untuk Keberlangsungan Pergerakan di Tengah Dinamika Zaman.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kaderisasi PMII tidak hanya diarahkan untuk membentuk anggota yang aktif secara organisatoris, tetapi juga mencetak kader yang memiliki kesadaran ideologis, ketajaman intelektual, integritas moral, serta komitmen terhadap nilai-nilai pergerakan.Dalam sambutannya, Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, menyampaikan bahwa PMII memiliki peran penting dalam membentuk kader mahasiswa NU yang mampu menjadi representasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Menurutnya, kader PMII harus mampu mencerminkan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Kader PMII harus mampu mewakili cerminan keilmuan NU dan Aswaja. Sebagai mahasiswa, kader tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas keilmuan, cara berpikir yang matang, serta kemampuan membaca perubahan zaman,” ungkapnya.Rektor juga menegaskan bahwa kaderisasi mahasiswa NU harus dipandang sebagai proses jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan selama forum berlangsung, tetapi juga dari bagaimana kader mampu melanjutkan proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kapasitas diri setelah kegiatan selesai.“Fokus PKD bukan hanya pada saat pelaksanaan, tetapi juga pada pasca-PKD. Setelah kegiatan ini selesai, kader harus tetap didampingi, diarahkan, dan diberi ruang untuk mengembangkan potensi keilmuannya,” tegasnya.Ia menambahkan bahwa ITSNU Pekalongan mendukung segala bentuk kegiatan kaderisasi yang berorientasi pada penguatan intelektual mahasiswa, terutama kegiatan yang mampu menghubungkan tradisi keilmuan kampus dengan nilai-nilai ke-NU-an. Menurutnya, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki ruang strategis untuk menumbuhkan tradisi diskusi, kajian, riset, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisariat PMII ITSNU Pekalongan, Misbakhul Anam, menyampaikan bahwa tema PKD kali ini lahir dari kebutuhan untuk meneguhkan kembali militansi kader di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, militansi kader tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai keberanian bergerak semata, melainkan harus dibangun di atas komitmen, integritas, kedisiplinan, dan kesadaran ideologis.Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PB PMII pertama, Mahbub Djunaidi, bahwa kader harus “berpegang teguh pada prinsip, setia pada proses.” Kutipan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta PKD agar tidak mudah goyah dalam memegang nilai perjuangan, sekaligus sabar dan konsisten menjalani proses kaderisasi di PMII.“Rekonstruksi militansi kader mujahid merupakan ikhtiar untuk meneguhkan kembali arah gerak kader PMII. Kader harus memiliki komitmen yang kuat, integritas yang kokoh, serta kesetiaan terhadap proses. Sebab, kader PMII tidak hanya dituntut mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga harus siap ditempa dalam proses perjuangan yang panjang,” ujarnya.Sementara itu, Sekretaris PC PMII Pekalongan, Nurul Iman, menegaskan bahwa seorang kader PMII harus memahami organisasi secara utuh, baik dari sisi sejarah, nilai, maupun arah perjuangannya. Ia menyampaikan bahwa PMII tidak dapat dilepaskan dari akar historis Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.Menurut Nurul Iman, pesan Mbah Kiai Idham Cholid sebelum berdirinya PMII, yakni bahwa organisasi mahasiswa NU yang kelak dibentuk harus berlandaskan prinsip ilmu untuk amal, menjadi pijakan penting dalam membentuk karakter kader. Prinsip tersebut, lanjutnya, harus menjadi ruh dalam setiap proses kaderisasi PMII.“PMII lahir bukan hanya sebagai ruang berkumpul mahasiswa, tetapi sebagai wadah kaderisasi, perjuangan, dan pengabdian. Prinsip ilmu untuk amal harus menjadi landasan bagi kader dalam menumbuhkan komitmen dan integritas. Ilmu yang dimiliki kader tidak boleh berhenti dalam ruang diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk organisasi, masyarakat, agama, dan bangsa,” jelasnya.Mabinkom PMII ITSNU Pekalongan sekaligus Wakil Rektor III ITSNU Pekalongan, Iqbal Notoatmojo, S.H.I., M.E., juga menyampaikan bahwa PMII merupakan bagian penting dari proses kaderisasi NU di lingkungan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kader PMII untuk memperkuat jejaring, membangun kapasitas intelektual, dan memperluas wawasan agar mampu menghadapi dinamika zaman.“PMII adalah bagian dari kaderisasi NU. Maka kader PMII harus mampu berjejaring, memperkuat intelektualitas, dan hadir sebagai mahasiswa yang memiliki arah perjuangan yang jelas,” tuturnya.Pembukaan PKD tersebut turut dihadiri oleh jajaran Rektorat ITSNU Pekalongan, jajaran Majelis Pembina Komisariat, Pengurus Cabang PMII Pekalongan, serta peserta dari internal Komisariat PMII ITSNU Pekalongan dan peserta eksternal dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.Acara pembukaan PKD PMII Komisariat ITSNU Pekalongan secara resmi dibuka oleh Rektor ITSNU Pekalongan. Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat ITSNU Pekalongan diharapkan mampu melahirkan kader-kader NU yang militan, berintegritas, berkomitmen, serta memiliki kapasitas intelektual yang kuat dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai pergerakan di tengah dinamika zaman.
11 Jun 2026 378
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Berita
PC PMII Pekalongan Gelar Bimtek SIKAT APPs untuk Penguatan Administrasi Kaderisasi
Pekalongan — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIKAT APPs (Sistem Informasi Kaderisasi dan Administrasi Terpadu) pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PC PMII Pekalongan dan diikuti oleh delegasi dari seluruh Pengurus Komisariat di bawah naungan PC PMII Pekalongan.Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi dan kaderisasi berbasis digital melalui platform SIKAT APPs. Dengan sistem ini, diharapkan proses pendataan, monitoring, serta evaluasi kaderisasi dapat berjalan lebih efektif, terstruktur, dan transparan.Sahabat Nurul Iman selaku Sekretaris PC PMII Pekalongan bertindak sebagai tutor dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam organisasi untuk menjawab tantangan zaman serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional.“SIKAT APPs bukan sekadar alat, tapi bagian dari ikhtiar kita untuk menata kaderisasi yang lebih rapi, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.Turut mendampingi sebagai pendamping tutor, Sahabat Mahfud Samsul Arifin selaku Koordinator Biro Media, Riset, dan Publikasi PC PMII Pekalongan. Ia membantu peserta dalam praktik teknis penggunaan aplikasi serta memberikan pemahaman terkait integrasi data kaderisasi dengan kebutuhan publikasi organisasi.Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, tanya jawab, serta diskusi terkait kendala yang dihadapi komisariat dalam pengelolaan administrasi.Melalui Bimtek ini, PC PMII Pekalongan berharap seluruh komisariat mampu mengimplementasikan SIKAT APPs secara optimal demi terwujudnya sistem kaderisasi yang modern dan terintegrasi.
02 May 2026 99
Kontemplasi Nilai PMII: PKD XX PK PMII UIN Pekalongan Cetak Kader Militan dan Loyal
Berita
Kontemplasi Nilai PMII: PKD XX PK PMII UIN Pekalongan Cetak Kader Militan dan Loyal
Pekalongan – Pengurus Komisariat (PK) PMII UIN Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-XX dengan mengusung tema “Kontemplasi Nilai PMII: Manifestasi Kader Mujahid yang Militan dan Loyal terhadap PMII”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 9–12 April 2026, bertempat di SDN 06 Kajen, Kabupaten Pekalongan.PKD merupakan tahapan kaderisasi formal PMII yang bertujuan membentuk karakter kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial dan gerakan.M. Islahul Mufid Kamal, selaku steering committee menyampaikan bahwa PKD ke-XX ini dirancang dengan konsep yang menekankan pada penguatan rasa memiliki terhadap organisasi. Menurutnya, kader PMII harus tumbuh tidak sekadar sebagai anggota, tetapi sebagai bagian yang hidup dan bertanggung jawab atas keberlangsungan organisasi.“Konsep besar yang diusung pada PKD ke-XX ini adalah tentang rasa memiliki, rasa tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap organisasi PMII, sehingga mampu melahirkan kader yang militan dan terus memberi kemanfaatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa kader PMII dituntut untuk tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, proses kaderisasi dalam PKD dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga reflektif dan aplikatif.Dalam pesannya kepada peserta, Mufid menekankan pentingnya konsistensi dalam berproses di PMII. “Tetap teguh pada prinsip dan setia pada proses. Karena dari proses itulah kader akan ditempa menjadi pribadi yang kuat dan berintegritas,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PC PMII Pekalongan, Ahmad Nur Khozin, menegaskan bahwa PKD memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan kaderisasi di tengah era disrupsi yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang cepat. Menurutnya, PKD bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, tetapi menjadi momentum penting dalam membentuk ketahanan ideologis kader agar tidak mudah tercerabut dari nilai-nilai dasar PMII.“Di era disrupsi ini, kader PMII tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki fondasi ideologis yang kuat. PKD menjadi titik awal untuk memastikan kader tetap berpijak pada nilai, di tengah gempuran pragmatisme dan instanisme,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dalam konteks lokal Pekalongan, kader PMII dihadapkan pada berbagai problem nyata, mulai dari rendahnya kesadaran kritis generasi muda, persoalan ekonomi masyarakat, hingga minimnya keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu sosial.Menurutnya, kader hasil PKD harus mampu hadir sebagai solusi, bukan sekadar menjadi pengamat. “Problem yang paling mendesak di Pekalongan adalah bagaimana membangkitkan kesadaran kritis mahasiswa dan keberpihakan terhadap masyarakat. Kader PMII harus turun, membaca realitas, dan mengambil peran dalam menjawab persoalan-persoalan sosial yang ada,” tambahnya.Ia berharap, melalui PKD ini, lahir kader-kader yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk bergerak di tengah masyarakat.
12 Apr 2026 94